Tiada Lagi Kerja Sebagai Rutinitas Belaka
Myth and confusion: Kerja adalah bagian dari kutuk. Bila tidak ada kutuk, maka tidak perlu bekerja. Saya suka kerja 8 jam sehari utk pekerjaan yg membosankan dan menguras tenaga.
(Kejadian 3:17-19)
Example: In the construction site. A man is doing ‘plastering’ and another is doing ‘building Church’
Dalih:
Pria malas: Aku tidak mau bekerja.
Pria frustrasi: Aku tidak suka dengan pekerjaanku.
Pria yg tidak punya tujuan: Pekerjaanku tidak bisa membuatku mencapai apa yg kuinginkan
Pria yg kekurangan: Penghasilanku tidak cukup.
The answer to the myth and confusion:
Kerja telah ada lebih dahulu sebelum dosa. Jadi jika kita memandang kerja hanya sebagai bagian dari kutuk yg disebabkan oleh dosa Adam, maka kita tidak akan menerima dan menangkap maknanya. Kerja selalu menjadi bagian dari rencana Allah.
The first chapter in the bible describes God Himself worked creating and forming the earth (Kejadian 1:7.)
Apa yg Allah lakukan dalam Kejadian 1, sebelum ada manusia dan dosa: Allah mengekspresikan diriNya sendiri dengan cara melakukan pekerjaan yg produktif. Dan Allah menyukai segala sesuatu yg dia lakukan, Dia berkata: ITU BAIK.
Kita diciptakan serupa / segambar dengan rupa Allah yang adalah pekerja. Itulah sebabnya mengapa hal pertama yg Allah lakukan saat Allah menciptakan Adam adalah memberikan pekerjaan kepadanya – untuk bekerja di taman Eden dan memeliharanya, memberi nama binatang2.
REMEMBER: Dosa belum merasuki Umat manusia. Jadi pekerjaan Adam tidak ada hubungannya dengan kutuk.
SETELAH KEJATUHAN MUNCULLAH DURI. (Kejadian 3:17-19)
Di taman Eden, segala sesuatunya bersih dan murni. Adam n Hawa tidak memerlukan pembasmi hama . Namun dengan mulai dikenalnya dosa maka munculah duri untuk menghalangi usaha2 manusia dalam bekerja.
Good News:
Kita dalam Kristus, Allah menawarkan kesalamatan bagi pekerjaan kita. Kita memiliki kesempatan untuk memperoleh kembali arti penting dari kerja.
How to find the real meaning in our works?
1. Ingat siapa yg anda wakili (Kolose 3:22-24)
Cara tercepat untuk mengubah pekerjaan yg buruk adalah dengan sikap yg baru. Dan cara tercepat untuk mendapat sikap yg baru adalah dengan jalan mengganti atasan/ boss (Jesus is our boss)
2. Temukan kegembiraan dalam pekerjaan anda (Pengkotbah 2:24-25)
Jika kita tidak mengikutsertakan Allah, bisa saja kita memiliki suatu pekerjaan yg hebat, tapi kita tidak merasakan kegembiraan. Bersama Allah, kita bisa memiliki pekerjaan yg buruk tetapi masih memiliki kegembiraan.
(Pengkotbah 5:17-18).
Allah memberikan kesempatan kepada kita utk menikmati hasil kerja kita. Hal itu bermulai dengan relasi kita dengan Dia.
Tidak ada yg lebih buruk daripada harus bangun pagi dan pergi mengerjakan sesuatu yg tidak kita sukai. - Rubah sudut pandang – building Church instead of plastering the wall
Tujuan kerja bukan supaya kita kerja 45 jam seminggu selama 45 tahun dan pensiun, dan bukan juga utk menumpuk kekayaan.
Tujuan dari kerja adalah kegembiraan dan kepuasan yg kita peroleh ketika kita menyelesaikan tugas yg Allah berikan. Itulah yg Allah kejar. Jadi itulah yg seharusnya kita kejar.
Lebih baik mendapatkan uang lebih sedikit dan mempunyai keinginan utk bangun besok paginya daripada menghasilkan uang lebih banyak tetapi kita ingin tetap berada dan terbaring ditempat tidur.
3. Tetap terfokus
Kita tidak salah bila kita kaya, tapi akan salah besar bila kita menjadikan kekayaan sebagai tujuan kita. Jika Allah mempunyai alasan utk kita menjadi kaya raya, boleh2 saja. Asalkan kegembiraan kita terletak pada pencapaian hasil kerja kita dibawah pimpinanNya.
Amsal 30:8-9
Menyerahkan pekerjaan anda kepadaNya.
Dengan begitu maka kita tidak perlu bergadang sepanjang malam / bekerja sepanjang Minggu dengan tujuan mencoba utk mengungguli orang lain.
Hari sabat: Kesempatan utk bersantai, beristirahat dan memfokuskan diri pada relasi. Allah pun beristirahat pada hari ke-7 untuk menikmati hasil kerjaanNya, dan bergembira. Penting utk kita bersyukur pada Allah dan fokus pada Dia.
(Kejadian 3:17-19)
Example: In the construction site. A man is doing ‘plastering’ and another is doing ‘building Church’
Dalih:
Pria malas: Aku tidak mau bekerja.
Pria frustrasi: Aku tidak suka dengan pekerjaanku.
Pria yg tidak punya tujuan: Pekerjaanku tidak bisa membuatku mencapai apa yg kuinginkan
Pria yg kekurangan: Penghasilanku tidak cukup.
The answer to the myth and confusion:
Kerja telah ada lebih dahulu sebelum dosa. Jadi jika kita memandang kerja hanya sebagai bagian dari kutuk yg disebabkan oleh dosa Adam, maka kita tidak akan menerima dan menangkap maknanya. Kerja selalu menjadi bagian dari rencana Allah.
The first chapter in the bible describes God Himself worked creating and forming the earth (Kejadian 1:7.)
Apa yg Allah lakukan dalam Kejadian 1, sebelum ada manusia dan dosa: Allah mengekspresikan diriNya sendiri dengan cara melakukan pekerjaan yg produktif. Dan Allah menyukai segala sesuatu yg dia lakukan, Dia berkata: ITU BAIK.
Kita diciptakan serupa / segambar dengan rupa Allah yang adalah pekerja. Itulah sebabnya mengapa hal pertama yg Allah lakukan saat Allah menciptakan Adam adalah memberikan pekerjaan kepadanya – untuk bekerja di taman Eden dan memeliharanya, memberi nama binatang2.
REMEMBER: Dosa belum merasuki Umat manusia. Jadi pekerjaan Adam tidak ada hubungannya dengan kutuk.
SETELAH KEJATUHAN MUNCULLAH DURI. (Kejadian 3:17-19)
Di taman Eden, segala sesuatunya bersih dan murni. Adam n Hawa tidak memerlukan pembasmi hama . Namun dengan mulai dikenalnya dosa maka munculah duri untuk menghalangi usaha2 manusia dalam bekerja.
Good News:
Kita dalam Kristus, Allah menawarkan kesalamatan bagi pekerjaan kita. Kita memiliki kesempatan untuk memperoleh kembali arti penting dari kerja.
How to find the real meaning in our works?
1. Ingat siapa yg anda wakili (Kolose 3:22-24)
Cara tercepat untuk mengubah pekerjaan yg buruk adalah dengan sikap yg baru. Dan cara tercepat untuk mendapat sikap yg baru adalah dengan jalan mengganti atasan/ boss (Jesus is our boss)
2. Temukan kegembiraan dalam pekerjaan anda (Pengkotbah 2:24-25)
Jika kita tidak mengikutsertakan Allah, bisa saja kita memiliki suatu pekerjaan yg hebat, tapi kita tidak merasakan kegembiraan. Bersama Allah, kita bisa memiliki pekerjaan yg buruk tetapi masih memiliki kegembiraan.
(Pengkotbah 5:17-18).
Allah memberikan kesempatan kepada kita utk menikmati hasil kerja kita. Hal itu bermulai dengan relasi kita dengan Dia.
Tidak ada yg lebih buruk daripada harus bangun pagi dan pergi mengerjakan sesuatu yg tidak kita sukai. - Rubah sudut pandang – building Church instead of plastering the wall
Tujuan kerja bukan supaya kita kerja 45 jam seminggu selama 45 tahun dan pensiun, dan bukan juga utk menumpuk kekayaan.
Tujuan dari kerja adalah kegembiraan dan kepuasan yg kita peroleh ketika kita menyelesaikan tugas yg Allah berikan. Itulah yg Allah kejar. Jadi itulah yg seharusnya kita kejar.
Lebih baik mendapatkan uang lebih sedikit dan mempunyai keinginan utk bangun besok paginya daripada menghasilkan uang lebih banyak tetapi kita ingin tetap berada dan terbaring ditempat tidur.
3. Tetap terfokus
Kita tidak salah bila kita kaya, tapi akan salah besar bila kita menjadikan kekayaan sebagai tujuan kita. Jika Allah mempunyai alasan utk kita menjadi kaya raya, boleh2 saja. Asalkan kegembiraan kita terletak pada pencapaian hasil kerja kita dibawah pimpinanNya.
Amsal 30:8-9
Menyerahkan pekerjaan anda kepadaNya.
Dengan begitu maka kita tidak perlu bergadang sepanjang malam / bekerja sepanjang Minggu dengan tujuan mencoba utk mengungguli orang lain.
Hari sabat: Kesempatan utk bersantai, beristirahat dan memfokuskan diri pada relasi. Allah pun beristirahat pada hari ke-7 untuk menikmati hasil kerjaanNya, dan bergembira. Penting utk kita bersyukur pada Allah dan fokus pada Dia.
8:09 AM
|
Labels:
Career
|
This entry was posted on 8:09 AM
and is filed under
Career
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment